header image
 

Subhanalloh

Helen Keller, seorang yang lahir di Alabama pada tahun 1980. Pada usia 19 bulan, ia diserang penyakit misterius yang menyebabkannya buta, bisu dan tuli. Pada usia 7 tahun, orang tuanya bertemu dengan Anne Sullivan untuk menjadi guru pribadi. Anne memegang salah satu tangan Helen di bawah air, kemudian menuliskan kata A-I-R pada tangan yang lain sambil mengucapkannya. Dengan cara serupa Anne mengajari Helen sebanyak 30 kata per hari. Helen diajari membaca dengan huruf braile sampai ia mengerti apa maksudnya. Anne juga mengajarinya berbicara dengan metode Tadoma, yakni metode yang dilakukan dengan menyentuh bibir dan kerongkongan lawan bicara saat mereka berbicara.

Pada usia 20 tahun Hellen masuk kuliah di Radcliffe College (cabang Universitas Harvard). Anne menemani untuk spelling textbooks, huruf demi huruf. Hanya dalam kurun waktu 4 tahun, tepatnya pada usia 24 tahun, Helen dapat lulus dari Radcliffe College dan menjadi orang buta dan tuli pertama yang lulus dari Radcliffe College dengan predikat magna cum laude.   

Hee Ah Lee atau yang dikenal sebagai The Four Fingered Pianist adalah seorang gadis berumur 22 tahun yang menderita lobster claw syndrome dengan tinggi 103 cm dan down syndrome. Pada umur 6 tahun jarinya belum bisa mengangkat pensil. Pada saat itu, ibunya melatih dan mengajari ia bermain piano untuk merangsang saraf motoriknya. Setiap hari, ia berlatih keras selama 13 jam. 

Saat ini Hee Ah Lee telah menguasai lagu-lagu klasik. Diantara lagu-lagu klasik yang sering dimainkan olehnya diantaranya adalah "Fantaisie Impromptu in C sharp minor, op. 66" and "Waltz No. 10" by Frederic Francois Chopin, "Hungarian Dance" by Johannes Brahms, "Plaisir d’Amour" by Giovanni Battista Martini, "Serenade" by Franz Peter Schubert, and "Piano Concerto No. 21 — the Second Movement" by Wolfgang Amadeus Mozart.

Kedua kisah nyata di atas membuatku teringat akan salah satu ayat yang dibaca berulang-ulang di dalam Surat Ar-Rahman, yakni surat: Fabiayyi a laa i robbi kumaa tu kadziban? (yang artinya Nikmat dari Tuhanmu manalagi yang kamu dustakan?).

NB:koreksi ya..klo spellingnya salah

Begitu banyak nikmat yang dianugerahkan Alloh padaku, meski dalam 2 minggu ini salah satu nikmatnya, yang selama ini tak kusadari kumiliki, telah ditarik kembali. Ya Alloh….berilah hamba keimanan, kesyukuran dan kesehatan, Amiiin.

~ by agneskurnia on May 10, 2007.

Leave a Reply