Sejuk
Beda kepala beda pemikiran, ini benar-benar kutemui selama bersilaturahim lebaran. Klo beberapa orang memaknai fenomena membangun masjid semegah-megahnya disertai minimnya jemaah sholat fardhu sebagai tanda-tanda mendekati hari kiamat. Kali ini aq ketemu pemikiran yang berbeda.
Aq ketemu sama orang yang kagum sama pembangunan mesjid sekarang ini yang sebagian besar (atau malah semuanya) dibangun dengan menggunakan batu bata, sedangkan dulu masjid dibangun dengan menggunakan kayu. Selain itu, sekarang orang cenderung membangun mesjid lebih tinggi dari mesjid yang sudah ada (terutama di sekitarnya). Dari sorot matanya, aq bisa merasakan ketulusan dan keikhlasan ketika beliau berbicara.
Trus sedetik kemudian aq berfikir, ini aneh. Kenapa aq lebih menyukai pemikiran bapak ini. Apakah karena dia orang desa dengan semua kesederhanaannya?Ngga, kayaknya karena dari nada bicaranya aq bisa menangkap rasa syukurnya. Rasa syukur yang akhir-akhir ini sulit kutangkap dari nada bicara orang-orang. Iya, kurasa memang itu, rasa syukur.
Duh, hati jadi adem, terimakasih ya Bapak …., semoga lebaran tahun depan kita bisa bertemu lagi, Amiiiin

Leave a Reply