header image
 

Ayat-Ayat Cinta

Hmmm, beberapa detil dlm novel Ayat-Ayat Cinta (AAC) luput dari perhatian mas Hanung, atau memang sengaja tidak dimasukkan untuk menghindari polemik. Ga tau….

Yang jelas…detil2 yang menggambarkan kelembutan muslimin bernama Fahri ga muncul di film ini. Kelembutannya ketika membiarkan air dari tetangga flat di atasnya yang menetes ke kamarnya, perhatiannya pada hari lahir tetangganya, dll. Trus, indahnya akidah Maria dan Fahri yang tergambarkan saat mereka menggumamkan ayat-ayat suci Al-Quran ketika mereka dalam keadaan koma juga tidak dipertontonkan. Padahal, adegan favoritku adalah itu, ketika Maria berlari dari satu pintu surga ke pintu surga lainnya dan menangis tersedu ketika tak satupun pintu yang terbuka untuknya.

Hm….anyway….film ini tetap layak untuk ditonton, meski aq kurang suka terutama karena ceritanya lebih berupa cerita cinta segilima antara Fahri-Maria-Aisyah-Noura-Nurul yang dibumbui oleh nilai-nilai religius.

Tokoh favoritqu baik di novel maupun filmnya tetap sama, Maria. Carissa Putri OK banget waktu memerankan Maria sehingga tampak bgt kerinduannya akan Mesirnya. Klo Rianti yang memerankan Aisyah, tidak jauh berbeda dengan Rianti yang biasanya, aksennya pun ga berubah. M….Fedi Nuril aq kasih bintang 3 dari lima bintang.

Perfilman Indonesia, buatlah film yang lebih baik lagi dari ini sehingga kami yang pulang menonton bisa membawa pelajaran untuk diterapkan dlm kehidupan sehari-hari. Hidup perfilman Indonesia, Chukayo….chukayo….

PS: setelah baca curhatannya mas Hanung selama memfilmkan novel tersebut, aq jadi semakin menghargai karyanya. Bahwa, kekecewaan penonton terutama yang lebih dulu membaca novelnya saat menonton fimnya adalah wajar, karena bagaimanapun setiap penonton, lengkap dengan imajinasinya masing-masing, berharap mas Hanung dapat mewujudkan imajinasi mereka dalam bentuk visual, which is impossible. Bahwa usaha seorang sutradara yang biasanya membuat film bergenre cinta yang kemudian membuat film tentang agamanya sangat-sangat patut untuk dihargai. Bagi pecinta novel ayat-ayat cinta, kunjungi blog mas Hanung yang memaparkan suka-dukanya dalam pembuatan film AAC di http://dearestmask.blogs.friendster.com/my_blog

~ by agneskurnia on March 9, 2008.

Leave a Reply